Melihat fenomena yang terjadi di
belahan dunia saat ini yang dipenuhi ketegangan antara negara satu dengan
negara lainnya dan adanya aktor lain yang juga memerangi negara dunia ini (Islamic State of Iraq and Suriah)
membuat dunia saat ini dalam keadaan darurat yang memungkinkan terjadinya
perang dunia. Hampir diseluruh kawasan dunia ini terdapat konflik atau
ketegangan yang terjadi baik dalam negeri maupun luar negeri.
Mulai dari kawasan Timur Tengah yang
dipenuhi dengan konflik peperangan yang sangat pelik dan tidak kunjung selesai.
Kemudian kawasan Asia Timur dengan ketegangan nuklir Korea Utara yang membuat
negara-negara disekitarnya terancam terutama Korea Selatan. Lalu kawasan Eropa
yang sering dilanda serangan terorisme. Kawasan Amerika Utara yang juga
dipenuhi aksi penembakan, sedangkan Amerika Selatan dilanda krisis
ekonomi Venezuela, aksi para penyelundupan narkoba, pemberontakan terhadap
pemerintah yang berkuasa dan masih banyak lagi.
Namun dari sekian banyak konflik
yang terjadi, penulis hanya memfokuskan pada konflik yang terjadi di Timur
Tengah karena konflik tersebut berdampak luas terhadap dunia ini. Konflik
tersebut menimbulkan krisis imigran terbesar setelah Perang Dunia II. Krisis
imigran ini menimbulkan permasalahan bagi negara-negara di Eropa yang menjadi
tujuan para imigran. Hal demikian juga memicu terjadinya berbagai konflik dan
penyerangan terorisme di Benua Eropa.
Konflik yang terjadi di Timur Tengah
ini melibatkan masyarakat Muslim disana. Peperangan yang terus terjadi di
kawasan ini membuat nama Islam tercoreng. Berbagai tindakan kekerasan dan
terorisme yang mengatasnamakan Islam semakin menimbulkan Islamophobia. Tidak hanya di Timur Tengah tindakan ekstrimisme yang
mengatasnamakan Islam ini juga terjadi sampai ke Eropa. Hal ini meningkatkan Islamophobia di kawasan Eropa yang
sangat merugikan masyarakat Muslim disana.
Keadaan yang sangat merugikan
masyarakat Muslim di Eropa ini seperti perlakuan diskriminasi terhadap Muslim
disana dan sikap waspada masyarakat Eropa yang membuat Muslim disana tidak
nyaman untuk menjalankan keyakinannya. Selain itu kehadiran para pengungsi dari
Timur Tengah ke Eropa yang menambah beban negara-negara Eropa karena harus
menampung para pengungsi ini di negaranya.
Meskipun masih terdapat masyarakat
Eropa yang menyambut baik para pengungsi yang mayoritas Muslim ini seperti
Jerman. Masyarakat Jerman menyambut baik pengungsi dengan memberikannya pelayanan
dan tempat tinggal yang layak. Kanselir Jerman Angela Merkel juga sempat
memberlakukan kebijakan pintu terbuka (open-door
policy) bagi para pengungsi. Namun saat ini kebijakan tersebut sudah tidak
diberlakukan lagi.
Uni Eropa juga terus berupaya untuk
meminta negara anggotanya untuk berbagi kuota pengungsi agar tidak terjadi
penumpukkan pengungsi di negara-negara selatan Eropa seperti Yunani dan Italia.
Saat Uni Eropa sedang berusaha mendorong anggotanya untuk memberikan
penampungan bagi pengungsi justru berbagai serangan terorisme melanda Eropa.
Mulai dari penyerangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo dan serangan bom
saat konser musik di Paris, bom bunuh diri di bandara Brussels, dan serangan
saat perayaan Bastille day di Nice.
Serangkaian serangan tersebut
menimbulkan gambaran negatif terhadap Muslim karena mayoritas serangan tersebut
dilakukan oleh Muslim. Akibatnya Islamophobia
di kalangan masyarakat Eropa semakin meningkat. Muslim di Eropa semakin tidak
leluasa melakukan aktivitas karena selalu diawasi oleh aparat keamanan
setempat. Masyarakat Muslim di Eropa juga sulit untuk bergabung dengan
masyarakat kulit putih Eropa karena pandangan negatif ini bahkan tidak jarang
malah perlakuan diskriminasi yang diterima oleh Muslim Eropa.
Oleh karena itu diperlukan suatu
upaya menciptakan integrasi Muslim dengan masyarakat Eropa. Upaya ini perlu
mengingat Muslim seringkali menjadi korban diskriminasi dan tidak bebas
menjalankan keyakinannya yang sejatinya merupakan hak setiap orang. Upaya
integrasi Muslim di Eropa sebenarnya sudah lama dilakukan namun pelaksanaannya
masih belum mencapai hasil maksimal. Namun Uni Eropa sebagai Institusi yang
menaungi negara-negara Eropa terus mengupayakan terciptanya integrasi Muslim di
Eropa melalui berbagai programnya.
Berbagai upaya integrasi telah
dilakukan Uni Eropa sejak 1950an dalam rangka mempromosikan kedamaian dan
kemakmuran di Eropa. Meskipun kebijakan integrasi dan tindakan mencegah
radikalisme merupakan tanggung jawab setiap negara anggota namun Uni Eropa
menawarkan forum untuk mendiskusikan tantangan bersama dan mencapai kerjasama strategis.
Peran Uni Eropa ini penting untuk mendorong integrasi Muslim, mengharmoniskan
standar dan mengawasi kebijakan nasional negara anggotanya.
Adanya institusi internasional
seperti Uni Eropa ini akan lebih efektif dalam menciptakan integrasi Muslim di
Eropa karena negara anggotanya berkewajiban untuk menaati peraturan yang ada
dalam institusi ini. Hal ini sesuai dengan sesuai dengan teori neo-liberal
institusionalisme dalam hubungan internasional yang memiliki prinsip, norma,
dan seperangkat aturan yang harus ditaati setiap anggotanya.
Upaya Uni Eropa dalam integrasi
Muslim di Eropa salah satunya dengan membangun kerangka kerja integrasi seperti
dengan menerbitkan buku panduan integrasi bagi para pembuat kebijakan. Buku
panduan ini tentu sangat berguna bagi para pembuat kebijakan untuk menciptakan
integrasi Muslim di negaranya. Sehingga warga Muslim mendapat perhatian pembuat
kebijakan dalam membuat suatu kebijakan.
Namun upaya tersebut juga harus
didukung oleh pemerintah negara di Eropa. Karena kebijakan domestik merupakan
urusan pemerintahan dalam negeri masing-masing Uni Eropa tidak dapat mencampuri
urusan tersebut. Karena itu penting bagi pemerintah negara untuk
mengimplementasikan kerangka kerja yang telah dibuat oleh Uni Eropa dan
disepakati bersama. Selain peran pemerintah, masyarakat juga berperan dalam menyukseskan program
integrasi ini, baik dari masyarakat Muslim maupun masyarakat asli setempat.
Upaya tersebut harus segera dilakukan secepatnya
sebab gambaran negatif terhadap Muslim saat ini terus meningkat seiring dengan
banyaknya tindakan terorisme dan radikalisme yang terjadi di Eropa saat ini. Peperangan
yang tiada henti-hentinya terjadi di Timur Tengah sangat merugikan masyarakat
dunia dan Muslim yang menjadi korban
karena harus meninggalkan negerinya dan bermigrasi ke wilayah yang aman.
Tidak hanya Muslim di Timur Tengah
saja yang menjadi korban namun Muslim di Eropa juga menjadi korban
diskriminasi. Tidak jarang pandangan yang menyamakan Islam yang penuh dengan
peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah saat ini padahal sebenarnya
peperangan yang terjadi di Timur Tengah sungguh tidak mencerminkan tindakan
seorang Muslim yang beriman. Memang peperangan dan tindakan terorisme dilakukan
oleh Muslim namun bukanlah Muslim yang beriman.
Sesungguhnya Islam mengajarkan
nilai-nilai kebaikan dan tidak menggunakan kekerasan dalam setiap tindakan.
Pandangan yang ada dimasyarakat Eropa adalah pandangan mengenai Muslim yang
tidak beriman karena sebenarnya Muslim yang beriman tidak akan menggunakan kekerasan dalam setiap
tindakan. Kenyataan inilah yang harus diubah oleh seluruh masyarakat dunia
melalui upaya integrasi Muslim dengan membangun komunikasi yang baik antara
Muslim dan masyarakat Eropa sehingga mereka mengetahui Muslim yang
sesungguhnya.
Komunikasi yang baik antara Muslim
dengan masyarakat asli Eropa merupakan kunci dalam menciptakan integrasi antara
keduanya sehingga pandangan negatif dan Islamophobia
dapat dihilangkan. Karena dengan memberikan gambaran Islam yang sebenarnya
yang merupakan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan akan menciptakan
hubungan yang harmonis antara Muslim dan masyarakat Eropa. Bukan
tidak mungkin dengan komunikasi yang baik masyarakat Eropa justru akan semakin
memperat hubungan dengan Muslim dan mengurangi ketegangan yang selama ini terus
terjadi di Eropa saat ini.
Referensi :
http://www.euronews.com/2016/07/15/a-timeline-of-terror-attacks-in-france-and-belgium-since-charlie-hebdo
Robert O. Keohane, Power and Governance in a Partially Globalized World, London: Routledge, 2002
Kristin Archick, Paul Belkin, dkk, Muslim in Europe: Promoting Integration and Countering Extremism, New York: Congressional Research Service, 2011, hal: 1-9, 15-20
http://www.euronews.com/2016/07/15/a-timeline-of-terror-attacks-in-france-and-belgium-since-charlie-hebdo
Robert O. Keohane, Power and Governance in a Partially Globalized World, London: Routledge, 2002
Kristin Archick, Paul Belkin, dkk, Muslim in Europe: Promoting Integration and Countering Extremism, New York: Congressional Research Service, 2011, hal: 1-9, 15-20




Cara pandang yg cukup unik, nice!!!
ReplyDeleteGood!!! penulisannya bagus membuat pembaca jd mengerti isi bacaannya
ReplyDeleteThis hard issue, really, keep work!
ReplyDeleteWiiih good analysis
ReplyDeleteCool..perlu banget untuk mengupayakan integrasi Islam di wilayah yang Islamnya minoritas. Integrasi muslim to build the awarness bahwa Islam itu adalah agama yang damai...oknumnya lah yg bersikap menyimpang dari Islam. Apalagi terbukti dengan Islam yang semakin berkembang di Eropa bahkan dunia. Keep the good work!
ReplyDeleteMenarik bgt isunya 👍
ReplyDeleteIslam in Europe; keep the good work Zhafir!
ReplyDeletewow, nice issue :o
ReplyDeleteBenar yg dikatakan anda bung, perlu diadakan komunikasi yang baik antara Muslim dengan masyarakat asli Eropa merupakan kunci dalam menciptakan integrasi antara keduanya sehingga pandangan negatif dan Islamophobia dapat dihilangkan.
ReplyDeleteGood, Menarik bung zhafir..
This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteGood view, good job!
ReplyDeleteInteresting...
ReplyDeletegood one! Kehadiran masyarakat muslim di Eropa terutama pada masa ini sangat menarik terutama apabila diikuti beberapa fenomena baik dan buruk yang terjadi antara Islam dan Eropa. Analisis seperti ini sangat diperlukan dan harus terus dilakukan.
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNice issue, ketika islamophobia semakin meluas, semakin banyak pula masyarakat muslim di pandabg sebelah mata. Penulisannya juga bagus tidak berbelit-belit. Lanjutkaaan
ReplyDeleteGood article, tulisannyaa mudah dipahami. Lanjutkan zhafirrr
ReplyDeleteSangat menarik dan menambah wawasan pembaca. Lanjutkan
ReplyDeletesatu kata, menarik!
ReplyDeleteanalisa yang mendalam dibutuhkan untuk membahas isu yang cukup pelik di eropa ini
Good perspective analyse!
ReplyDeletegood analysis!!!!
ReplyDelete