Wednesday, 1 May 2019

Bom Paskah di Sri Lanka 2019

Tulisan artikel ini merupakan terjemahan dari media online The Jakarta Post, Minggu 21  April 2019


Pengeboman Paskah menewaskan lebih dari 200 orang di Sri Lanka



Ledakan bom Minggu Paskah di tiga gereja dan empat hotel di Sri Lanka menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai sedikitnya 450 orang. Pihak kepolisian mengatakan, serangan besar di pulau Samudra Hindia sejak berakhirnya perang saudara 10 tahun yang lalu.

Tujuh orang ditangkap dan tiga petugas kepolisian tewas selama pasukan keamanan menyergap sebuah rumah di ibukota Sri Lanka beberapa jam setelah sejumlah serangan, beberapa petugas mengatakan itu adalah bunuh diri.


Pemerintah memberlakukan jam malam di Kolombo dan menutup akses sosial media, situs perpesanan meliputi Facebook dan WhatsApp. Tidak jelas sampai kapan jam malam akan dicabut.

“Seluruhnya, kami memiliki informasi dari semua rumah sakit 207 meninggal. Menurut informasi yang kami miliki saat ini 450 orang terluka dirawat di rumah sakit,” juru bicara kepolisian Ruwan Gunakesera mengatakan kepada wartawan. Sedikitnya 27 orang yang meninggal adalah orang asing.


Tidak ada pernyataan pertanggungjawaban langsung atas serangan di negara yang telah berperang selama beberapa decade dengan separatis Tamil sampai 2009, waktu yang sama ketika ledakan bom ibukota terjadi.


Kelompok lokal Kristen telah mengatakan mereka menghadapi peningkatan intimidasi dari beberapa biksu extrimis Buddha dalam beberapa tahun terakhir. Tahun kemarin, terdapat benturan antara mayoritas Komunitas Buddha Sinhala dan minoritas Muslim, dengan beberapa kelompok Buddha garis keras menuduh Muslim memaksa orang-orang masuk Islam.

Puluhan orang tewas di salah satu ledakan di Gereja Katolik bergaya Gothic St. Sebastian di Katuwapitiya, utara Kolombo. Gunasekera mengatakan polisi mencurigai serangan bunuh diri di sana. Foto-foto dari situs menampilkan mayat di lantai, darah di bangku gereja dan atap yang hancur.


Media setempat melaporkan 25 orang juga tewas dalam sebuah serangan di Gereja Injil di Batticaloa di Provinsi Timur.

Hotel-hotel yang terkena di Kolombo antara lain Shangri-La, the Kingsbury, the Cinnamon Grand, dan the Tropical Inn dekat kebun binatang nasional. Tidak ada perkataan untuk korban di hotel, akan tetapi seorang saksi mengatakan kepada TV setempat dia melihat beberapa bagian tubuh, termasuk kepala terpisah terbaring di tanah di samping Tropical Inn.

Enam ledakan pertama semuanya dilaporkan dalam periode pendek di pagi hari tidak lama setelah kebaktian gereja dimulai.

Terhitung ada jenazah 27 warga asing di rumah sakit, petugas mengatakan. Diantara mereka merupakan seorang warganegara Belanda, menteri luar negeri Belanda mengatakan.


Terdapat sebuah ledakan kedelapan di sebuah rumah di Kolombo. Polisi dan media mengatakan bahwa tiga polisi tewas dan tujuh orang ditahan selama penyergapan di lokasi ini.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengadakan sebuah pertemuan dewan keamanan nasional di rumahnya untuk beberapa hari ke depan.

“Saya dengan tegas mengutuk serangan pegecut terhadap rakyat kami hari ini, saya menganjurkan kepada semua warga Sri Lanka selama saat tragis ini untuk tetap bersatu dan kuat,” beliau mengatakan dalam sebuah cuitan.

“Harap menghindari penyebaran laporan yang tidak diverifikasi dan spekulasi. Pemerintah sedang mengambil langkah cepat untuk mengatasi situasi ini".

Pic : Ranil Wickremesinghe

Presiden Maithripala Sirisena mengatakan dia telah memerintahkan satuan tugas polisi khusus dan militer untuk menginvestigasi siapa dibalik penyerangan tersebut dan agenda mereka.

Militer diterjunkan, seorang juru bicara militer mengatakan, dan keamanan  ditingkatkan di bandara internasional Kolombo.

Satu dari ledakan ialah di Kuil St. Anthony, sebuah Gereja Katolik di Kochcikade, Kolombo, sebuah objek wisata.

Pic : Maithripala Sirisena

Tahun kemarin, NCEASL mencatat 26 kejadian, termasuk salah satunya yaitu biksu Buddha diduga berusaha untuk mengganggu kebaktian Minggu, dengan yang terakhir dilaporkan pada 25 Maret.

Dari total populasi Sri Lanka sekitar 22 juta, 70 persen merupakan Buddha, 12,6 persen Hindu, 9,7 persen Muslim dan 7,6 persen Kristen, berdasarkan pada sensus Negara tersebut pada 2012.

Pada laporan hak asasi manusia Sri Lanka 2018, Departemen Luar Negeri AS mencatat bahwa beberapa kelompok Kristen dan gereja-gereja melaporkan mereka telah ditekan untuk mengakhiri pertemuan ibadah setelah otoritas mengklasifikasikan mereka sebagai “perkumpulan tidak sah”.

Laporan juga mengatakan para biksu Buddha secara teratur mencoba untuk menutup tempat-tempat ibadah Kristen dan Muslim, mengutip sumber tidak dikenal.

Para kepala tinggi pemerintahan mengutuk serangkaian serangan ini.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika menawarkan “belasungkawa yang tulus” kepada rakyat Sri Lanka dan siap berdiri untuk membantu, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan “tidak ada tempat untuk barbarisme di kawasan kami”, dan Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pengeboman merupakan “sebuah serangan terhadap semua sisi kemanusian”.

Pic : Narendra Modi

Paus Francis, berbicara di depan puluhan ribu orang di St. Peter Square untuk mendengarkan pesan Minggu Paskah beliau: “Saya berharap untuk mengekspresikan kedekatan kasih sayang saya kepada komunitas Kristen, diserang saat dikumpulkan dalam doa, dan kepada semua korban dari kekerasan kejam.

Umat Kristen merayakan kebangkitan Yesus Kristus pada Hari Paskah setelah kematiannya di tiang salib.

Pic : Pope Francis

Perdana Menteri Selandia Baru, ketika seorang bersenjata menembak 50 orang tewas di dua masjid akhir bulan lalu, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “secara kolektif kita harus temukan keinginan dan jawaban untuk mengakhiri kekerasan”.

Sumber artikel asli dapat dibaca di


No comments:

Post a Comment